Rabu, 21 Desember 2011

CARA KERJA SOFTWARE RECOVERY

Pernahkah anda merasa pernah menghapus sebuah file penting dari komputer anda secara permanen? Lalu mungkin beberapa dari anda mencoba untuk mengembalikannya kembali (merecovery) mengunakan software recover andalan anda. Apakah anda tau bagaimana cara software tersebut bekerja? Atau anda sama sekali tidak tahu mengenai hal ini? Anda mengeluarkan biaya mahal untuk mengembalikan sebuah file penting di tempat jasa recovery? Kenapa anda tidak mencoba merecover sendiri? Simak ulasannya. Bulan ini sudah dua kali saya mengalami transfer data yang gagal saat memasukan data ke memory card handphone, yang menyebabkan memory seakan-akan rusak. Yaitu ketika mengakses kartu memory lewat komputer lalu muncul tulisan yang kurang lebih artinya demikian “penyimpan data belum diformat, tolong format sekarang !”.
Sudah saya format dengan tool bawaan windows berkali-kali tetapi tidak berhasil, kemudian saya teringat bahwa ada tools tersendiri untuk memformat flashdisk namanya USB Disk Storage Format, kemudian saya coba tool itu dan hasilnya 100% sukses.
Masalah belum berakhir sampai disini, saya punya banyak foto yang tidak mungkin bisa saya ulang kembali dalam pengambilan foto tersebut, terlebih lagi ada foto saya bersama almarhum teman saya (bagaimana mungkin saya bangunkan lagi jasadnya kemudian saya foto bersamanya lagi dengan background yang sama. Hehe hal yang terlalu mustahil).
Puji Tuhan saya punya sedikit ilmu tentang recovery data, saya gunakanlah sedikit ilmu itu dan kembalilah semua data yg terhapus dari memory card saya, hasilnya 100% data terecovery semua. Untuk mengembalikan data yg 100% itu pun ada syaratnya juga. Saya akan paparkan persyaratannya disini.
Penghapusan Data
Sebelum saya sebutkan syaratnya sebaiknya terlebih dahulu saya jelaskan sedikit tentang penghapusan data. Ketika komputer, Handphone, Kamera digital atau semua alat elektronik yang menggunakan media penyimpanan data dan memiliki Sistem Operasi (OS) menghapus suatu data maka data tersebut akan berpindah ke recycle bin pada komputer (ini hanya berlaku pada komputer/laptop) namun tidak berlaku pada kamera digital dan handphone, tetapi bila data pada recycle bin juga terhapus maka lenyaplah sudah data itu dari interface komputer, handphone dan camdig kita.
Sebenarnya data tidak lenyap begitu saja yang dilakukan sistem hanyalah menghapus index file tersebut dari media penyimpan data. Bila index file sudah di hapus, maka OS akan menganggap file tersebut tidak ada, Meski pada kenyataannya isi file tersebut masih utuh di media penyimpan data. Itulah sebabnya proses menghapus data bisa lebih cepat dari pada menulis data, meski dengan ukuran file yang sama.
Data yang indexnya sudah di hapus tentu saja bisa di timpa oleh data lain. Karena OS menganggap data itu tidak ada. Misal, ada sebuah data yang terletak di sektor 123 s/d 456. Kemudian pengguna menghapus data tersebut (Seperti yang sudah dijelaskan tadi, OS hanya menghapus index data, data asli yang terletak di sektor 123 s/d 456 tidak diapa-apakan). Dengan di hapusnya index, maka sektor 123 s/d 456 dianggap kosong oleh OS. Karena itu jika ada file baru yang akan di tempatkan di media penyimpan data, OS bisa saja menaruh file tersebut di sektor antara 123 s/d 456 kendati sektor tersebut sebenarnya ada datanya. Bila sudah di timpa maka data yang tadi dihapus tersebut tidak akan bisa di baca lagi untuk selamanya, dengan cara apapun.
Cara Kerja Software Recovery
Masing-masing software recovery mempunyai metode yang berbeda untuk membaca dan mengembalikan file yang terhapus. Namun prinsip kerjanya semuanya sama, yaitu dengan mengandalkan proses penghapusan data OS yang hanya menghapus index data. Dengan menscan isi media penyimpan data, software recovery bisa mengenali file yang indexnya sudah tidak ada. File itulah yang mereka anggap sebagai data yang telah terhapus. File itu bisa di periksa apakah ada bagian filenya yang sudah ditimpa data lain atau belum, bila ada maka ucapkan selamat tinggal pada file tersebut, bila belum maka file bisa di recover secara sempurna.
Tidak ada software recovery yang sedemikian sakti, yang bisa mengembalikan data media penyimpan data meski sudah di timpa puluhan kali. Jadi bila suatu saat terjadi kehilangan data, jangan lakukan aktifitas yang memungkinkan adanya penulisan data. Dengan begitu tingkat kemungkinan data bisa kembali utuh semakin besar. Untuk lokasi tujuan file yang di recovery sebaiknya letaknya di drive yang berbeda dengan data yang dihapus. Supaya memperkecil kemungkinan data yang sedang di recovery tertimpa oleh data hasil recovery, kalau itu terjadi ya sama saja bohong, data rusak oleh datanya sendiri.
Jadi bisa disimpulkan bahwa untuk merecovery data syarat-syaratnya sbb:
1. Jangan lakukan aktifitas yang memungkinkan adanya penulisan data pada media penyimpan data yang mau direcovery.
2. Lokasi tujuan file yang di recovery sebaiknya letaknya di drive yang berbeda dengan data yang dihapus.
Semoga bermanfaat.

8 Software Data Recovery Terbaik
  • Recuva. Ini adalah software recovery file gratis yang membuat kita sangat mudah untuk mencari file yang pernah dianggap hilang selamanya. Recuva mendukung FAT12, FAT16, FAT32, NTFS file sistem. Namun, freeware ini memiliki keterbatasan dalam fungsi penyelamatan data, kadang-kadang, tidak dapat menyelamatkan semua file dan memulihkan mereka sepenuhnya.
  • R-Studio. R-studio premium adalah software data recovery profesional untuk recovery data yang dijual dengan $ 79,99. Versi trial memungkinkan Anda merecovery file data kurang lebih 64KB. Mendukung FAT / NTFS (Windows), HFS / HFS + (Mac), UFS1/UFS2 & Ext2FS/3FS file sistem dan fungsi pada disk lokal dan jaringan, bahkan jika partisi diformat, rusak atau dihapus.
  • Wondershare Data Recovery. Untuk menyebutkan penyelamatan data, Wondershare Data Recovery paling banyak digunakan, berjalan cepat dan beroperasi dengan mudah, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan komputer. Memiliki fungsi yang lengkap dan mendukung hampir 400 format file. Hanya membayar $ 39,95, Anda segera bisa mendapatkannya.
  • Power Data Recovery. Power Data Recovery mudah digunakan dan termasuk software profesional. Sebagai contoh dapat memulihkan jika menghapus file yang salah, partisi terformat, sistem rusak, virus dan sebagainya. Power Data Recovery mendukung FAT12, FAT16, FAT32, VFAT, NTFS dan NTFS5 file sistem. Dijual di $ 79,99.
  • iCare Undelete Free. iCare Undelete Free digunakan untuk memulihkan data terhapus tidak sengaja, dikosongkan dari daur ulang dan dihapus dengan langsung melalui perintah SHIFT + DELETE. iCare Undelete Free dapat berjalan di Windows Server 2008 2003, 2000, XP dan Vista sistem.
  • Easeus Data Recovery Wizard. Software ini tidak hanya dapat secara efektif mengembalikan file yang terhapus dan partisi yang telah diformat, tetapi juga memulihkan data untuk kehilangan data dalam situasi yang berbeda. Mendukung FAT12, FAT16, FAT32 dan sistem file NTFS, dan juga mendukung jenis peralatan hardware seperti IDE / ATA, SATA, SCSI, disc, ZIP, dan seterusnya. Untuk format gambar yang umum, misalnya BMP, JPEG, GIF, PNG, Easeus Data Recovery Wizard menawarkan fungsi preview. Harganya $ 69,95.
  • Recover My File. Recover My File spesialisasi dalam memulihkan dokumen teks, dokumen gambar, musik dan file video dan file zip yang dikompresi. Software ini mendukung format file berikut: mpegpdf, PMD, png, ppt, pst, pub, rar, rtf, SDR, tar, txt, tiff, viso, wav, WMF, wpd, xls, zdp, zip, asf, avi, bmp, csv doc, dbx, DWG, gif, gzip, html, jpeg, mdb, mov dan mp3. Jika file Anda. Gratis untuk dicoba, tetapi harganya $ 69,95 untuk untuk kepemilikan sepenuhnya.
  • FreeUndelete. FreeUndelete adalah Windows data recovery software gratis untuk file tidak sengaja dihapus pada NTFS (digunakan secara default pada Windows XP/2000/NT) dan sistem file FAT32. Memiliki fungsi sederhana, dan hanya dapat memulihkan data yang terbuang dari recycle bin.
sumber: http://goleklayangan.wordpress.com/2010/09/16/cara-kerja-software-recovery/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar